Cek Kodepos Berdasarkan Wilayah 📪

Atau, cari kodepos langsung berdasarkan nama desa, kecamatan, atau kabupaten/kota:

Kodepos untuk Kecamatan Bontoa (Maros Utara):

Kecamatan Bontoa (Maros Utara) memiliki 9 Desa/Kelurahan.

Bontoa

Kodepos: 90554

Pajukukang

Kodepos: 90554

Tunikamaseang

Kodepos: 90554

Tuppabiring (Tupabiring)

Kodepos: 90554

Bontolempangang (Bonto Lempangan)

Kodepos: 90554

Salenrang

Kodepos: 90554

Minasupa (Minasa Upa)

Kodepos: 90554

Ampikale (Ampekale)

Kodepos: 90554

Bonto Bahari

Kodepos: 90554

Informasi Menarik di Wilayah Ini 🌟

Oke, berikut adalah daftar tempat wisata, kuliner, dan hal menarik lainnya di Kecamatan Bontoa, Maros Utara, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan:

**Tempat Wisata:**

1. <b>Pantai Tak Berombak</b> (Pantai landai dengan pasir putih yang cocok untuk bersantai dan bermain air, terkenal dengan pemandangan matahari terbenamnya).
2. <b>Hutan Mangrove Bontoa</b> (Area konservasi hutan mangrove yang menawarkan keindahan alam dan kesempatan untuk belajar tentang ekosistem pesisir).
3. <b>Pemancingan Alam Bontoa</b> (Tempat yang pas untuk penggemar memancing dengan suasana alam yang tenang dan berbagai jenis ikan air tawar).

**Kuliner:**

1. <b>Ikan Bakar Bontoa</b> (Ikan segar yang dibakar dengan bumbu khas dan disajikan dengan sambal serta lalapan, biasanya banyak ditemukan di warung-warung pinggir pantai).
2. <b>Coto Makassar (warung lokal)</b> (Coto Makassar adalah makanan khas Sulsel yang terbuat dari jeroan sapi yang direbus dalam waktu lama. Warung-warung Coto di Bontoa menyajikan hidangan lezat ini dengan resep tradisional).
3. <b>Jalangkote</b> (Camilan khas Makassar yang mirip pastel, berisi bihun, sayuran, dan daging, kemudian digoreng hingga renyah. Biasanya dijual di pasar tradisional atau warung-warung kecil).

**Hal Menarik Lainnya:**

1. <b>Tradisi Mappadendang</b> (Upacara adat panen padi yang melibatkan tarian dan musik tradisional sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah).
2. <b>Kerajinan Anyaman Pandan</b> (Keterampilan membuat berbagai produk anyaman seperti tikar, tas, dan topi dari daun pandan yang banyak dikembangkan oleh masyarakat setempat).