Cek Kodepos Berdasarkan Wilayah 📪
Atau, cari kodepos langsung berdasarkan nama desa, kecamatan, atau kabupaten/kota:
Kodepos untuk Kecamatan Tering:
Kecamatan Tering memiliki 15 Desa/Kelurahan.
Tering Baru
Kodepos: 75760
Tering Lama
Kodepos: 75760
Linggang Tering Seberang (Tering Seberang)
Kodepos: 75760
Tukul
Kodepos: 75760
Linggang Kelubaq (Kelubaq)
Kodepos: 75760
Linggang Purworejo (Purworejo)
Kodepos: 75760
Linggang Jelemuq (Jelemuq)
Kodepos: 75760
Kelian Dalam
Kodepos: 75760
Linggang Muara Mujan (Muara Mujan)
Kodepos: 75760
Muyub Ulu
Kodepos: 75760
Muyub Aket
Kodepos: 75760
Linggang Muyub Ilir (Muyub Ilir)
Kodepos: 75760
Gabung Baru
Kodepos: 75760
Linggang Banjarejo (Banjarejo)
Kodepos: 75760
Tering Lama Ulu
Kodepos: 75760
Informasi Menarik di Wilayah Ini 🌟
Oke, berikut adalah daftar tempat wisata, kuliner, dan hal menarik di Kecamatan Tering, Kutai Barat, Kalimantan Timur:
**Tempat Wisata:**
1. <b>Air Terjun Jantur Gemuruh</b> (Air terjun yang terletak di tengah hutan dengan debit air yang cukup deras dan suara gemuruh yang khas, menawarkan pengalaman wisata alam yang menantang dan menyegarkan.)
2. <b>Danau Semayang</b> (Danau luas yang merupakan bagian dari sistem perairan Mahakam, menawarkan pemandangan indah, aktivitas memancing, dan potensi wisata perahu.)
3. <b>Hutan Lindung Tering</b> (Kawasan hutan yang dijaga kelestariannya, ideal untuk trekking, pengamatan flora dan fauna endemik Kalimantan, serta belajar tentang ekosistem hutan tropis.)
**Kuliner:**
1. <b>Umai Udang Galah</b> (Hidangan khas Kutai yang terbuat dari udang galah segar yang diasamkan dengan rempah-rempah, rasanya segar, asam, dan pedas, cocok sebagai lauk atau camilan.)
2. <b>Sayur Lembut Rotan</b> (Sayur yang diolah dari pucuk rotan muda yang memiliki tekstur lembut dan rasa yang unik. Biasanya dimasak dengan santan dan rempah, menjadi hidangan yang lezat dan menyehatkan.)
3. <b>Bubur Pelitur</b> (Bubur khas Kutai yang terbuat dari beras ketan hitam, santan, dan gula merah, disajikan dengan kuah yang kental dan rasa manis yang legit, cocok sebagai hidangan penutup atau sarapan.)
**Hal Menarik:**
1. <b>Upacara Adat Belian</b> (Upacara pengobatan tradisional Dayak Benuaq yang melibatkan ritual magis dan tarian-tarian sakral, merupakan warisan budaya yang kaya dan menarik untuk disaksikan.)
2. <b>Kerajinan Tangan Ulap Doyo</b> (Kerajinan anyaman khas dari serat daun doyo yang menghasilkan berbagai produk seperti tas, topi, dan tikar, menunjukkan keahlian masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.)
**Tempat Wisata:**
1. <b>Air Terjun Jantur Gemuruh</b> (Air terjun yang terletak di tengah hutan dengan debit air yang cukup deras dan suara gemuruh yang khas, menawarkan pengalaman wisata alam yang menantang dan menyegarkan.)
2. <b>Danau Semayang</b> (Danau luas yang merupakan bagian dari sistem perairan Mahakam, menawarkan pemandangan indah, aktivitas memancing, dan potensi wisata perahu.)
3. <b>Hutan Lindung Tering</b> (Kawasan hutan yang dijaga kelestariannya, ideal untuk trekking, pengamatan flora dan fauna endemik Kalimantan, serta belajar tentang ekosistem hutan tropis.)
**Kuliner:**
1. <b>Umai Udang Galah</b> (Hidangan khas Kutai yang terbuat dari udang galah segar yang diasamkan dengan rempah-rempah, rasanya segar, asam, dan pedas, cocok sebagai lauk atau camilan.)
2. <b>Sayur Lembut Rotan</b> (Sayur yang diolah dari pucuk rotan muda yang memiliki tekstur lembut dan rasa yang unik. Biasanya dimasak dengan santan dan rempah, menjadi hidangan yang lezat dan menyehatkan.)
3. <b>Bubur Pelitur</b> (Bubur khas Kutai yang terbuat dari beras ketan hitam, santan, dan gula merah, disajikan dengan kuah yang kental dan rasa manis yang legit, cocok sebagai hidangan penutup atau sarapan.)
**Hal Menarik:**
1. <b>Upacara Adat Belian</b> (Upacara pengobatan tradisional Dayak Benuaq yang melibatkan ritual magis dan tarian-tarian sakral, merupakan warisan budaya yang kaya dan menarik untuk disaksikan.)
2. <b>Kerajinan Tangan Ulap Doyo</b> (Kerajinan anyaman khas dari serat daun doyo yang menghasilkan berbagai produk seperti tas, topi, dan tikar, menunjukkan keahlian masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.)