Cek Kodepos Berdasarkan Wilayah 📪

Atau, cari kodepos langsung berdasarkan nama desa, kecamatan, atau kabupaten/kota:

Kodepos untuk Kecamatan Wiradesa:

Kecamatan Wiradesa memiliki 16 Desa/Kelurahan.

Gumawang

Kodepos: 51152

Kepatihan

Kodepos: 51152

Mayangan

Kodepos: 51152

Pekuncen

Kodepos: 51152

Bener

Kodepos: 51152

Kadipaten

Kodepos: 51152

Delegtukang

Kodepos: 51152

Karangjati

Kodepos: 51152

Petukangan

Kodepos: 51152

Wiradesa

Kodepos: 51152

Warukidul

Kodepos: 51152

Bondansari

Kodepos: 51152

Warulor

Kodepos: 51152

Kampil

Kodepos: 51152

Kemplong

Kodepos: 51152

Kauman

Kodepos: 51127

Informasi Menarik di Wilayah Ini 🌟

Baik, berikut adalah daftar tempat wisata, kuliner, dan hal menarik di Kecamatan Wiradesa, Pekalongan, Kabupaten, Jawa Tengah:

**Tempat Wisata:**

1. <b>Pasar Tiban Wiradesa</b> (Pasar dadakan yang biasanya hanya buka pada hari-hari tertentu atau even khusus, menawarkan berbagai macam barang unik dan jajanan tradisional).
2. <b>Area Persawahan Wiradesa</b> (Hamparan sawah hijau yang luas dan asri, cocok untuk bersantai menikmati pemandangan alam dan udara segar).
3. <b>Sentra Kerajinan Batik Wiradesa</b> (Beberapa rumah produksi batik rumahan yang membuka diri untuk kunjungan, memungkinkan melihat proses pembuatan batik dan membeli langsung dari pengrajin).

**Kuliner:**

1. <b>Tauto Wiradesa</b> (Soto khas Pekalongan dengan kuah tauco yang kaya rasa, biasanya disajikan dengan daging kerbau atau sapi dan taburan bawang goreng serta kerupuk).
2. <b>Nasi Megono</b> (Nasi yang dicampur dengan cacahan nangka muda yang dimasak dengan bumbu rempah, sering disajikan dengan lauk ikan asin dan sambal).
3. <b>Kluban</b> (Sayuran rebus yang disiram dengan bumbu kelapa parut yang gurih dan pedas, hidangan sehat dan menyegarkan).

**Hal Menarik:**

1. <b>Tradisi Sedekah Bumi Wiradesa</b> (Upacara adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, biasanya diisi dengan kirab budaya, pertunjukan seni, dan berbagai kegiatan lainnya).
2. <b>Kehidupan Masyarakat Pesisir yang Khas</b> (Interaksi dengan masyarakat lokal yang ramah dan menyaksikan kegiatan mereka sehari-hari sebagai nelayan atau pedagang di pasar tradisional).