Cek Kodepos Berdasarkan Wilayah 📪

Atau, cari kodepos langsung berdasarkan nama desa, kecamatan, atau kabupaten/kota:

Kodepos untuk Kecamatan Pagerageung:

Kecamatan Pagerageung memiliki 10 Desa/Kelurahan.

Cipacing

Kodepos: 46158

Pagerageung

Kodepos: 46158

Sukamaju

Kodepos: 46158

Tanjungkerta

Kodepos: 46158

Puteran

Kodepos: 46158

Guranteng

Kodepos: 46158

Nanggewer

Kodepos: 46158

Sukapada

Kodepos: 46158

Pagersari

Kodepos: 46158

Sukadana

Kodepos: 46413

Informasi Menarik di Wilayah Ini 🌟

Oke, berikut adalah daftar tempat wisata, kuliner, dan hal menarik di Kecamatan Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat:

**Tempat Wisata:**

1. <b>Curug Agung Galunggung</b> (Air terjun yang menawan dengan pemandangan alam yang asri. Meskipun secara administratif lebih dekat ke Sukaratu, akses via Pagerageung juga dimungkinkan dan populer).
2. <b>Situ Gede</b> (Danau alami yang indah, cocok untuk bersantai, memancing, atau menikmati pemandangan. Merupakan danau alami yang terletak di perbatasan Pagerageung dan Kota Tasikmalaya, namun akses melalui Pagerageung juga banyak digunakan).
3. <b>Wahana Air Tirta Ria</b> (Pemandian air alami dan wahana air yang cocok untuk keluarga, menawarkan kesegaran dan hiburan).

**Kuliner:**

1. <b>Nasi Tutug Oncom</b> (Makanan khas Sunda yang terbuat dari nasi yang dicampur dengan oncom bakar, disajikan dengan lauk pauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, dan lalapan. Banyak ditemukan di warung makan sekitar Pagerageung).
2. <b>Sate Maranggi</b> (Sate daging sapi atau kambing yang dibumbui dengan rempah khas dan dibakar, rasanya manis dan gurih. Coba cari di sekitar jalan utama Pagerageung).
3. <b>Karedok Leunca</b> (Salad sayuran mentah yang disiram dengan saus kacang leunca yang khas, memberikan cita rasa segar dan unik. Umumnya tersedia di warung nasi).

**Hal Menarik:**

1. <b>Kerajinan Anyaman Bambu</b> (Pagerageung dikenal sebagai sentra kerajinan anyaman bambu, seperti boboko, bakul, dan lain-lain. Anda bisa melihat proses pembuatannya atau membeli langsung dari pengrajin).
2. <b>Tradisi Ruwatan Bumi</b> (Upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan memohon keselamatan bagi masyarakat dan alam sekitar. Biasanya diadakan setahun sekali dan menjadi daya tarik wisata budaya).